Archive for the ‘Kuliah CI’ Category

Gedung Sate: The Living Canvas

Posted: September 28, 2012 in Kuliah CI

Video Mapping Gedung Sate 2012

Dalam rangka memeriahkan hari jadi Jawa Barat ke-67, digelarlah atraksi video mapping bertema futuristik di Gedung Sate, Sabtu 15 September 2012. Event yang sama juga pernah diadakan tahun lalu, dimana Gedung Sate menjadi aktor utama yang bercerita akan segala sejarah dan kehadirannya di masa lalu. Kali ini, Gedung Sate diilustrasikan sebagai inspirasi bagi generasi muda masa depan dalam mengusung Jawa Barat mengejar mimpi besarnya. Berbagai teknologi yang tergabung dalam video mapping yang bertema futuristik itu benar-benar berhasil membuat Gedung Sate tampak berbeda malam itu.

Teknologi video mapping karya Sembilan Matahari ini dapat dikatakan sebagai bagian dari evolusi seni visual. Event ini menggunakan bangunan besar seperti Gedung Sate sebagai kanvas hidup. Teknik video mapping yang sepertinya hanya menggunakan 1 komputer itu diproyeksi ke Gedung Sate untuk membuat video berkualitas canggih dan terlihat segar dengan bumbu 3 dimensi. Macam-macam tampilan muncul, mulai dari pedesaan, burung merak, candi, suasana hujan dan samberan petir, sampe muka harimau yang jadi simbol Jawa Barat sebagai penutup pertunjukan.

WHAT’S NEW IN THIS EVENT?

Malam itu kita seperti menyaksikan sendiri manifestasi pencitraan seni visual berkolaborasi dengan teknologi. Beberapa hal yang dapat kita katakan “baru” dari acara ini adalah:

  • Penggabungan pemetaan film dan video dalam sebuah pertunjukkan. Kedua hal ini jadi lebih lengkap lagi setelah disatukan dengan visual dan narasi, yang membuat si pembuat atraksi ini dapat sekaligus “promosi” ke orang-orang tentang identitas sebuah tempat dan sejarahnya.    
  • Penyesuaian audio visual yang mengikuti karakter kanvasnya, bukan hanya kehendak si pembuat. Ya, secara teknis, video mapping memang dapat dilakukan di bidang apapun sebagai media proyeksinya.
  • Prinsip teknologi dibalik video mapping yang rupanya cukup simpel. Hanya dibutuhkan 1 komputer untuk mengontrol beberapa proyektor video untuk memproyeksikan gambar ke Gedung Sate (permukaan yang diinginkan). Dari permukaan yang diproyeksi itu, maka ter”detect” lah titik-titik yang setelah itu dipetakan lagi ke komputer. Pokoknya, segala macam manipulasi proyeksi-proyeksi itu berhasil membuat cara pandang kita terhadap suatu obyek, benda, atau bidang berubah.
  • Game sepak bola interaktif dengan video mapping untuk para penonton! Menariknya lagi, tenaga dari 2 tim yang ceritanya diadu malam itu (Persib Bandung vs Barudak Bandung) pun diperoleh dari twit kiriman para penonton dengan menyantumkan hashtag berikut: #GedungSate, #VideoMapping #PersibBandung atau #BarudakBandung.

WHAT’S “INTERESTING” ABOUT THIS EVENT???

Bicara mengenai apa yang menarik dari acara ini, tentu banyak sekali yang dapat disebutkan. Yang pertama, jelas bahwa seniman dapat mewujudkan ide yang mereka desain ke dalam materi 3D apapun di dalam bentukan bangunan/arsitektur (dalam hal ini Gedung Sate). Berikut ini hal-hal menarik lainnya yang dapat kita share dari acara malam itu:

  • Permainan cahaya yang disorotkan ke langit dan menjadi background dari Gedung Sate. Antusiasme warga terdengar amat bergemuruh ketika menyaksikan permainan cahaya dan teknologi laser yang spektakuler dalam acara ini. Video mapping ini sangat menarik untuk ditonton karena gabungan seni visual dan teknologi pada malam itu berhasil membuat suatu gedung menjadi hidup dan menggambarkan ide-ide cerita yang menarik pula.
  • Dengan cara yang inovatif, Gedung Sate tidak hanya dimanfaatkan jadi “layar” tapi juga “aktor”. Hal ini membuat kita dapat melihat koneksi dari cerita satu ke cerita lain dalam film yang diputar malam itu.
  • Gambar yang ditunjukkan adalah gambar-gambar dinamis yang membuat semua tampak lebih nyata. Kesan dan pesan pun menjadi lebih melekat di kepala kita para penonton.
  • Yang membuat penonton terpukau juga salah satunya adalah game interaktif yang telah dijelaskan juga sebelumnya. Buktinya, kita melihat seketika itu begitu banyak orang yang langsung sibuk dengan smartphone masing-masing dan mulai menge-twit untuk mendukungtim favorit mereka.
  • Selama kira-kira 10 menit terakhir, langit Gedung Sate dihiasi berbagai jenis kembang api sebagai puncak acara. Ribuan penonton terlihat makin terhibur dengan atraksi kembang api yang bentuk, ukuran, dan warnanya beragam itu, ditambah dengan hadirnya pertunjukan laser hijau yang dipantulkan ke segala sudut.

WHAT DID WE “LEARN” FROM THIS EVENT? 

Ada tiga hal utama yang dapat diambil sebagai pelajaran melalui event ini:

  • Pertama, kami belajar bahwa kreativitas yang dieksekusi secara baik akan menarik minat banyak orang. Event Video Mapping benar-benar dapat menarik banyak warga Bandung untuk menyaksikannya. Kalangan penonton yang datang berasal dari berbagai usia seperti anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Warga tertarik karena video mapping dapat memberikan hiburan yang berbeda, jarang diadakan, dan tentunya ini memancing rasa ingin tahu dari penonton. Banyak warga yang bosan dan jenuh dengan rutinitas sehari-hari dapat menikmati penampilan ini. Kami dapat menganalisa bahwa banyak penonton yang menikmati dari suara dan sorak ramai ketika penampilan video mapping dipersembahkan.
  • Kedua, kreativitas yang diimplementasikan secara benar akan memiliki nilai ekonomis dan dapat menggerakkan ekonomi. Meskipun acara Video Mapping digelar secara gratis untuk penonton, namun terdapat efek beruntun yang berdampak positif pada ekonomi. Contohnya saja, banyak stand-stand di area Gedung Sate yang juga dikunjungi penonton yang mana mendorong terjadinya transaksi jual-beli. Terdapat stand seperti provider internet, sepatu, pakaian, makanan, serta stand kreatif seperti fotografi. Selain itu, banyak pedagang kaki lima yang berjualan makanan ringan dan minuman di luar Gedung Sate yang juga mendapatkan hasil dari even Video Mapping ini, termasuk juga biaya penjagaan parker. Sehubungan dengan kreativitas juga, adalah benar bahwa pada dasarnya manusia itu nggak pernah puas. Dalam segala hal, dari primer hingga tersier, manusia pasti terus menuntut lebih dari apa yang udah ada. Contohnya makanan/minuman, baju, teknologi, informasi, juga entertainment. Jadi, dibutuhkan kreativitas dari para produsen untuk berpikir lebih maju dengan menciptakan media-media yang lebih interaktif seperti ini, yang “beyond” cara-cara konvensional, supaya lebih dapat memberikan efek “awareness” kepada konsumen. Video mapping ini memang cocok sekali untuk diaplikasikan ke pemasaran.
  • Terakhir, kami paham bahwa usia muda bukanlah sebuah hambatan untuk berkreasi secara maksimal. Pada bagian Credits, ditampilkan video dari tim kreatif pembuat Video Mapping dan panitia acara. Disana terlihat jelas bahwa anggota tim masih berusia muda sekitar 20-30 tahun. Meski begitu, mereka telah dapat membuat acara yang luar biasa seperti ini. Hal ini merupakan bukti bahwa hasil kreasi maksimal dapat kita ciptakan sejak kita muda. Kami juga turut semakin termotivasi untuk berkreasi pada masa yang akan datang dengan menyaksikan acara ini.

Foto & Video:

Gedung Sate: Sesaat sebelum pertunjukan

Game Sepak Bola Interaktif: Persib Bandung vs Barudak Bandung

Antusiasme penonton mendukung tim favoritnya saat game sepak bola interaktif berlangsung

Gedung Sate: “Sejarah, Keberadaan, dan Impian”

Kembang api di penghujung acara

“The Group Members”

Jangan lupa saksikan juga video dokumentasi dari kami akan event spektakuler ini! Video ini merupakan cuplikan dari atraksi video mapping mulai dari game sepakbola interaktif hingga pertunjukan kembang api di akhir acara.

Silahkan klik link di bawah ini 😉 :

” VIDEO MAPPING GEDUNG SATE 2012 (Documentary video by Astrid, Fikri, Melisa, Aswin) “

~THANK YOU~

Astrid, Fikri, Melisa, Aswin